Home
news
Fakulatas KIP Mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kurikulum Berdasarkan SNPT-KKNI.

Fakulatas KIP Mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kurikulum Berdasarkan SNPT-KKNI.


Selasa, 2017-01-17 - 00:00:08 WIB

Pekanbaru(17/1).Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Riau (FKIP UMRI) pada hari Selasa, 17 Januari 2017 mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan kurikulum pendidikan tinggi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Kegiatan FGD berlangsung di hotel Premiere, jl. Sudirman, Pekanbaru. FGD dilaksanakan dengan menghadirkan stakeholder dan tenaga profesional yang berhubungan dengan program studi yang terdapat di FKIP UMRI yaitu Prodi Pendidikan Informatika dan Pendidikan Bahasa Inggris.

Stakeholder bidang pendidikan yang hadir diantaranya adalah Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kota Pekanbaru, Algafar, S.Pd.,M.M, Waka Kurikulum SMA Negeri 1 Kota Pekanbaru, Bainati serta Ketua Jurusan Teknik Informatika SMK Negeri 2 Kota Pekanbaru, Sujono, M.Kom. Untuk praktisi profesional yang hadir diantaranya adalah Direktur Mattcom Indonesia, Matrianto, dan Dr. Abdul Hadi,M.A.,Ph.D dari Program Studi Tarbiyah Bahasa Inggris, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA). Kegiatan FGD dalam kesempatan ini dibuka langsung oleh Dekan FKIP UMRI, Bakaruddin, S.E, M.M. Dalam sambutannya, beliau menyatakan menyatakan bahwa tujuan pelaksanaan FGD ini adalah untuk meminta saran dan masukan dari pengguna dalam bidang pendidikan dan tenaga ahli profesional tentang rumusan profil lulusan dari pendidikan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja khususnya bidang pendidikan informatika dan bahasa inggris.

Pelaksanaan FGD selanjutnya berlangsung dengan dimoderatori oleh dosen FKIP UMRI, Melly Novalia, S.Kom., M.Pd. FGD dimulai dengan pemaparan rumusan profil lulusan dari Program Studi Pendidikan Informatika dan Pendidikan Bahasa Inggris yang disampaikan Edi Ismanto, S.T., M.Kom dan Siti Niah, M.Pd. Selanjutnya dari hasil pemaparan yang disampaikan, terdapat beberapa masukan dari stakeholder. Masukan dan saran yang diberikan berkaitan dengan model lulusan yang saat ini sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan dan keahlian profesional.

Pada bidang pendidikan informatika, SMK Negeri 2 menyampaikan bahwa guru bidang kejuruan informatika diharapkan memiliki keterampilan pembelajaran berbasis industri. Menurutnya, hal ini tidak lepas dari kenyataan bahwa SMK merupakan sekolah yang menuntut lulusan agar memiliki kemampuan bekerja praktik dalam bidang industri. Hal serupa disampaikan oleh Kepala SMK Muhammadiyah 1 yang menginginkan lulusan dari prodi Pendidikan Informatika UMRI mampu menjadi mendidik siswa dengan kemampuan kerja praktik. Dari segi bidang profesional Direktur Mattcom Indonesia berharap agar lulusan yang dihasilkan mampu menguasai teknik animasi dan dapat menciptakan berbagai aplikasi yang sesuai dengan kebuthan zaman saat ini yaitu aplikasi berbasis mobile.

Pada paparan profil lulusan pendidikan bahasa inggris, Abdul Hadi menyampaikan lulusan bahasa inggris yang dirumuskan dapat menjadi pendidik bidang sekolah dasar agar nantinya dapat diwujudkan dan tidak sebatas konsep saja. Sedangkan dari SMA Negeri 1 Pekanbaru berharap agar nantinya program studi Pendidikan Bahasa Inggris UMRI dapat menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan media pembelajaran untuk memfasilitasi kemampuan listening, menurut mereka saat ini media pembelajaran audio yang dapat dimanfaatkan dalam materi listening masih sangat terbatas. Masukan dari SMA N 1 Pekanbaru sejalan dengan salah satu rumusan profil lulusan yang telah dirancang yaitu menghasilkan lulusan yang mampu menjadi ahli dalam pengembangan media dan bahan ajar baik bersifat konvensional hingga berbasis teknologi informasi. “Diharapkan profil ini menjadi ciri khas dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMRI dibandingkan prodi PBI yang terdapat di Universitas lainnya yang terdapat di Provinsi Riau, mengingat hampir semua universitas di Riau memiliki Prodi ini” jelas Siti Niah.

Dari keseluruhan hasil FGD didapatkan bahwa seluruh peserta dan stakeholder sepakat agar lulusan FKIP UMRI dapat memenuhi seluruh kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru profesional. Kompetensi tersebut meliputi kompetensi paedagogik dan didaktik, profesional, sosial, dan kepribadian yang diwujudkan dengan menghasilkan guru yang mampu menguasai teknik pengelolaan kelas dan materi pembelajaran secara menyeluruh. Pada akhir kegiatan, sembari menutup acara peserta dan para undangan makan siang bersama. Perumusan kurikulum berbasis KKNI pada pendidikan tinggi merupakan kewajiban bagi seluruh perguruan tinggi di indonesia baik Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta. Hasil perumusan kurikulum KKNI segera diimplementasikan pada tahun ajaran baru 2017/2018.


Share Berita


Komentari Berita