Prodi Pendidikan IPA FKIP UMRI Gelar Kuliah Tamu Bersama Pakar Pendidikan
Disabilitas
Pekanbaru ( 09/12/25 )–
Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah
Tamu bertajuk “Merancang Pembelajaran IPA yang Inklusif dan
Ramah Disabilitas: Konsep, Strategi, dan Praktik bagi Calon Guru”. Kegiatan
ini menghadirkan narasumber Resti Yekstyastuti, M.Pd., akademisi
dan praktisi Pendidikan dari Universitas Djuanda yang memiliki perhatian
terhadap pengembangan pembelajaran inklusif bagi didik berkebutuhan khusus.
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa
Program Studi Pendidikan IPA FKIP UMRI ini bertujuan untuk meningkatkan
pemahaman dan kompetensi calon guru dalam merancang proses pembelajaran IPA
yang mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik tanpa terkecuali,
termasuk peserta didik penyandang disabilitas. Ketua Program Studi Pendidikan
IPA FKIP UMRI Dr. Hadi Purwanto M.Pd menyampaikan : “bahwa pendidikan inklusif
merupakan salah satu isu penting dalam dunia pendidikan saat ini. Oleh karena
itu, calon guru perlu dibekali pemahaman, strategi, serta pengalaman praktis
agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang adil, setara, dan ramah bagi
semua peserta didik”.
Dalam pemaparannya, Resti
Yekstyastuti, M.Pd. menjelaskan konsep dasar pendidikan inklusif,
karakteristik peserta didik dengan berbagai kebutuhan khusus, serta strategi
pembelajaran IPA yang dapat diterapkan di kelas inklusif. Selain itu, peserta
juga diajak memahami praktik-praktik pembelajaran yang adaptif melalui contoh
kasus dan diskusi interaktif.
Narasumber menekankan bahwa guru
memiliki peran penting dalam menciptakan akses pendidikan yang setara.
Menurutnya, pembelajaran IPA dapat dirancang secara fleksibel melalui
modifikasi metode, media, maupun asesmen sehingga seluruh peserta didik dapat
terlibat aktif dalam proses belajar.Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang
kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi
mengenai tantangan yang mungkin dihadapi saat mengajar di kelas inklusif.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya
menerapkan prinsip inklusivitas dalam pembelajaran IPA sejak tahap perencanaan
hingga evaluasi pembelajaran.
Salah satu peserta, Solehatunisa, mahasiswi Program Studi
Pendidikan IPA FKIP UMRI, mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan tersebut.
“Kuliah tamu ini
membuka wawasan kami bahwa menjadi guru tidak hanya menguasai materi pelajaran,
tetapi juga harus mampu memahami kebutuhan setiap peserta didik. Materi yang
disampaikan sangat relevan dan memberikan gambaran nyata tentang bagaimana
merancang pembelajaran IPA yang inklusif dan ramah disabilitas,” ujarnya.
Melalui kegiatan kuliah tamu ini, Program Studi Pendidikan IPA FKIP UMRI
berharap mahasiswa semakin siap menjadi calon pendidik profesional yang mampu
menghadirkan pembelajaran IPA yang inklusif, humanis, dan berkualitas bagi
seluruh peserta didik di masa depan.


0 Comments