Mahasiswa Umri Bongkar Biang Keroknya, dari Thermofuse hingga Kompresor
Pekanbaru 6 Maret 2023– Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika (PVTE), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Filza Marnia Hazwani, menuntaskan program magang industri di PT Gobel Dharma Nusantara Pekanbaru. Dalam laporannya, ia menganalisis dan memaparkan cara memperbaiki water dispenser seri NY-WDB83MA-K1 dengan keluhan air tidak panas atau tidak dingin. Magang berlangsung sekitar lima minggu, sejak 31 Januari hingga 6 Maret 2023. Filza bekerja pada hari kerja, Senin sampai Jumat, mulai pukul 08.30 WIB, di bagian layanan purnajual (service) perusahaan.
Selama magang, Filza terlibat dalam berbagai pekerjaan servis. Ia ikut memperbaiki televisi dan mengganti komponen PCB, menangani kipas angin, water dispenser, dan microwave, serta mengikuti layanan kunjungan ke rumah pelanggan (home service) untuk mesin cuci. Ia juga berkesempatan mengunjungi gudang perusahaan.
Dalam laporannya, Filza menjelaskan bahwa air dispenser yang tidak panas bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya thermofuse yang putus atau rusak dan elemen pemanas yang putus. Untuk menelusurinya, ia menyarankan pemeriksaan bertahap. Langkah pertama adalah mengecek anti-dry heating thermostat dan menekan tombol reset-nya. Setelah itu, resistansi pipa pemanas diukur dengan multimeter, dan tegangan pada rangkaian PCB diperiksa.
Untuk keluhan air tidak dingin, sumber masalah umumnya ada pada sistem pendingin. Kompresor bisa buntu, memiliki arus tinggi, atau mengalami korsleting. Kerusakan juga dapat terjadi pada termostat, relai PTC, dan pelindung motor (motor protector). Filza menjelaskan cara memeriksa gejalanya, misalnya dengan menyentuh koil kondensor di bagian belakang. Jika terasa hangat, kompresor bekerja normal, sedangkan jika dingin, kompresor kemungkinan buntu.
Filza juga menekankan aspek keselamatan. Perbaikan sebaiknya dilakukan oleh teknisi terlatih, dan dispenser harus dicabut dari listrik sebelum dibersihkan atau dibongkar. Ia membagikan tips perawatan, antara lain mematikan dispenser saat galon kosong, memakai penstabil tegangan bila listrik tidak stabil, rutin membersihkan keran dan pipa penyedot air, serta menjauhkan dispenser dari sinar matahari langsung dan tempat lembap.
"Selama ini saya hanya tahu dispenser rusak kalau airnya tidak panas atau tidak dingin. Setelah magang, saya belajar bahwa penyebabnya bisa berbeda-beda dan harus diperiksa satu per satu dengan alat ukur, tidak bisa asal ganti komponen. Ilmu di kelas jadi terasa lebih nyata," ujar Filza Marnia Hazwani.
Filza mengakui ada kendala selama magang, yaitu keterbatasan pengetahuan tentang komponen yang belum pernah ia gunakan, tentang permasalahan barang elektronik, dan tentang penyusunan laporan.
Melalui kegiatan ini, Umri berharap kerja sama dengan dunia industri terus terjalin agar mahasiswa memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.


0 Comments