Mahasiswa Umri Ikut Menjaga Listrik Tetap Menyala di PLN Perawang
Perawang, Siak 24 April 2022– Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Habiburrahman, menuntaskan program magang industri di PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Dalam laporannya, ia membahas perbaikan dan perawatan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Selama magang, Habiburrahman ditempatkan di bagian Teknik. Tugas bagian ini mencakup penanganan gangguan pada jaringan listrik di lapangan, perawatan jaringan, dan gangguan di rumah pelanggan.
Dalam laporannya, ia memaparkan sejumlah gangguan yang kerap terjadi pada jaringan tegangan menengah. Contohnya, kawat jaringan lepas dari isolatornya (pin) akibat angin kencang atau instalasi yang kurang baik, pohon yang tumbang atau berdekatan dengan jaringan, layang-layang yang tersangkut, hewan besar seperti monyet atau burung elang yang bertengger di jaringan, serta sekering (fuse) yang terbakar.
Habiburrahman juga menjelaskan urutan penanganan saat jaringan lepas dari pin. Petugas melepas sekering di dekat trafo untuk memutus arus, memasang grounding sebagai pengaman, menaikkan kembali jaringan ke pin, mencabut grounding, lalu memasang kembali sekering. Untuk perawatan, jaringan dijaga dari gangguan dengan memangkas pohon yang berdekatan agar tidak mengganggu penyaluran listrik dan tidak membahayakan warga sekitar.
Dalam bagian K3, ia menguraikan keselamatan tenaga kerja, masyarakat umum, instalasi, dan lingkungan. Ia juga mencatat perlengkapan pelindung diri (APD) yang diperlukan, seperti helm, kacamata, sabuk pengaman, sepatu kerja, dan jas hujan. Ia berharap perusahaan terus menyosialisasikan pemakaian APD dan memberikan pelatihan kepada karyawan.
"Di lapangan saya belajar bahwa penyebab padamnya listrik bisa sangat sederhana, seperti layangan atau pohon, tetapi menanganinya tidak boleh asal. Setiap langkah harus sesuai prosedur dan mengutamakan keselamatan. Ini pengalaman yang tidak saya dapatkan di kelas," ujar Habiburrahman.
Ia mengaku menghadapi hambatan berupa pohon tumbang yang menimpa jaringan. Menurutnya, hambatan itu diatasi dengan menyingkirkan pohon terlebih dahulu sebelum jaringan diperbaiki.
Dalam kesimpulannya, ia menyebut dunia kerja menuntut tanggung jawab, ketelitian, kesabaran, dan disiplin waktu. Ia juga berharap program studi menambah waktu magang agar mahasiswa memiliki bekal yang cukup.
Melalui kegiatan ini, Umri berharap kerja sama dengan dunia industri terus terjalin agar mahasiswa memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.


0 Comments