Mahasiswa Teknik Elektronika Umri Belajar "Meracik" Konten di Dapur Redaksi Haluan Riau
Pekanbaru 7 April 2022– Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Febrelly Sabatini, menuntaskan program magang industri di Haluan Riau Grup, Pekanbaru. Dalam laporannya, ia membahas proses desain dan tata letak (layout) konten media sosial di perusahaan media tersebut.
Magang berlangsung selama satu bulan, sejak 7 Maret hingga 7 April 2022, lima hari dalam seminggu. Kegiatan dilaksanakan di kantor Haluan Riau Grup di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, dengan bimbingan pembimbing lapangan dari redaksi perusahaan.
Haluan Riau Grup adalah perusahaan media yang menerbitkan harian cetak sejak 2000 dan memiliki media daring Haluanriau.co. Selain terbit di media cetak, perusahaan ini mempublikasikan konten di media sosial, salah satunya Instagram.
Febrelly menjelaskan, proses desain dimulai dengan menentukan ide pokok dan mengumpulkan bahan. Selanjutnya ia membuat sketsa kasar, memvisualisasikan desain di komputer (komposisi, layout, warna, dan tipografi), menyempurnakannya, lalu mempublikasikan hasilnya ke akun media sosial perusahaan. Ia juga menguraikan lima prinsip layout yang baik, yaitu proporsi, keseimbangan, kontras atau fokus, irama, dan kesatuan.
Dari pengamatannya di lapangan, desain untuk surat kabar cetak mengikuti jadwal produksi harian dengan batas pengumpulan hasil pada pukul 16.00 WIB, sedangkan desain untuk media daring dibuat setiap ada berita terbaru tanpa jadwal tetap. Ia juga mencatat bahwa praktik di lapangan tidak bergantung pada satu aplikasi. Selain Adobe Photoshop, desainer juga memakai aplikasi lain seperti Canva dan PageMaker.
Selain belajar desain, Febrelly mendapat tugas jurnalistik. Ia mewawancarai narasumber untuk berita, antara lain tentang pelaksanaan vaksinasi di Pemuda City Walk, kelangkaan solar di sejumlah SPBU di Pekanbaru, dan prosedur pembayaran pajak kendaraan lewat Samsat drive thru. Ia juga meliput pembukaan sebuah gerai makanan serta menulis tentang kegiatan mahasiswa dan organisasi kampus.
"Di jurusan kami belajar elektronika, sementara di sini saya masuk ke dunia media. Saya belajar bahwa satu desain atau satu berita punya tenggat waktu dan harus dikerjakan teliti. Wawancara dengan narasumber juga melatih saya berkomunikasi, yang nantinya berguna ketika mengajar," ujar Febrelly Sabatini.
Ia mengaku tantangan terbesarnya adalah menyusun berita dengan kaidah 5W+1H, mencari narasumber yang akurat, dan melakukan konfirmasi ketika narasumber enggan memberi informasi. Untuk mengatasinya, pembimbing lapangan membekali cara menyusun pertanyaan wawancara sebelum ia turun ke lapangan.
Dalam kesimpulannya, Febrelly menyebut tiga pelajaran utama dari magang ini: beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, melatih kemampuan berbicara di depan orang (public speaking), dan menghargai waktu. Ia berharap durasi magang bisa diperpanjang agar mahasiswa dapat belajar lebih maksimal.
Melalui kegiatan ini, Umri berharap kerja sama dengan dunia industri terus terjalin agar mahasiswa memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.


0 Comments