Mahasiswa Umri Bongkar Biang Keroknya di Samsung Service Center Pekanbaru

 Mahasiswa Umri Bongkar Biang Keroknya di Samsung Service Center Pekanbaru


Pekanbaru 1 Maret 2023– Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika (PVTE), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Meiriza Rizkina, menuntaskan program magang industri di PT Sitcomtara Samsung Service Center Pekanbaru. Dalam laporannya, ia menganalisis kerusakan konektor cas pada ponsel Samsung Galaxy.

Magang berlangsung sekitar satu bulan, sejak akhir Januari hingga 1 Maret 2023. Meiriza bekerja mulai pukul 08.30 WIB di pusat layanan resmi perbaikan ponsel tersebut.

Selama magang, Meiriza belajar mengenali dan memperbaiki berbagai kerusakan perangkat. Ia mempelajari pengecekan komponen dan penggunaan alat kerja, lalu ikut memperbaiki layar (LCD), baterai, kabel fleksibel, dan mesin ponsel. Ia juga belajar memakai sistem komputer untuk mengecek ponsel dan alat penguji kebocoran atau ketahanan air. Salah satu pekerjaan yang ia ikuti adalah perbaikan papan PCB konektor cas.

Dalam laporannya, Meiriza menjelaskan bahwa konektor cas terdiri dari beberapa bagian penting, yaitu pin, housing, connector, spring, dan PCB. Kerusakan pada bagian-bagian ini bisa membuat pengisian daya terganggu. Ia menyebut sejumlah penyebab kerusakan: penggunaan kabel pengisi daya yang tidak sesuai, kebiasaan mencabut kabel dengan kasar, debu dan kotoran, kontak dengan air atau cairan, kualitas konektor yang buruk, serta pemakaian berlebihan.

Menurut Meiriza, ada beberapa ciri konektor cas yang rusak. Ponsel sulit atau tidak bisa diisi daya, kabel pengisi daya tidak terdeteksi, koneksi putus-nyambung, ponsel tiba-tiba mati saat di-charge, dan muncul pesan galat. Untuk memastikan kerusakannya, teknisi memakai USB detector. Dalam laporannya, jika alat menunjukkan arus di bawah 0,50 ampere, kerusakan diduga berada di papan PCB konektor cas atau baterai.

Meiriza juga memaparkan langkah penggantian konektor cas. Perangkat dimatikan dan baterai dilepas, casing dibuka dengan hati-hati, konektor lama dilepas dari PCB, lalu konektor baru dipasang sesuai penanda. Setelah semuanya terpasang kembali, fungsi pengisian daya diuji.

Untuk mencegah kerusakan, ia menyarankan pengguna memakai kabel dan pengisi daya sesuai spesifikasi, tidak mencabut kabel secara kasar, dan menjaga area konektor tetap bersih serta jauh dari cairan.

"Sebelumnya saya mengira HP sulit di-charge itu hanya karena kabelnya. Setelah magang, saya belajar bahwa penyebabnya bisa dari konektor, PCB, atau baterai, dan semuanya harus dicek dengan alat serta langkah yang benar. Pengalaman ini membuat saya lebih paham cara kerja perbaikan di industri," ujar Meiriza Rizkina.



Meiriza mengakui ada kendala selama magang. Ia sempat kekurangan pengetahuan tentang komponen yang belum pernah digunakan, tentang permasalahan barang elektronik, dan tentang penyusunan laporan.

Melalui kegiatan ini, Umri berharap kerja sama dengan dunia industri terus terjalin agar mahasiswa memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Load comments

0 Comments