Mahasiswa Umri Bongkar Rahasia "Otak" Pemanas Nasi Sanken di PT Istana Argo Kartika

 Mahasiswa Umri Bongkar Rahasia "Otak" Pemanas Nasi Sanken di PT Istana Argo Kartika


Pekanbaru 28 Februari 2023– Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika (PVTE), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Fauzan Hamdani, menuntaskan program magang industri di PT Istana Argo Kartika, Pekanbaru. Dalam laporannya, ia membahas cara melacak kerusakan (troubleshooting) pada rice cooker merek Sanken Stainless tipe SJ-130SP.

Magang berlangsung selama sekitar satu bulan, yakni 31 Januari hingga 28 Februari 2023. Fauzan dibimbing teknisi perusahaan di bawah arahan pembimbing lapangan.

PT Istana Argo Kartika bergerak di bidang penjualan dan layanan berbagai produk elektronik rumah tangga. Produknya antara lain kulkas, mesin cuci, dispenser, rice cooker, speaker, freezer, dan kompor.

Selama magang, Fauzan mempelajari perbaikan beberapa perangkat secara bergantian. Pada minggu pertama ia beradaptasi dan mengenal lingkungan kerja. Minggu kedua ia memperbaiki dispenser, antara lain dengan mengganti PCB, sensor air, dan pemanas. Minggu ketiga ia menangani mesin cuci, dan minggu keempat berfokus pada speaker dan rice cooker.

Untuk rice cooker, Fauzan menjelaskan bahwa penelusuran kerusakan sebaiknya dimulai dari hal sederhana: memastikan sumber listrik, kabel, dan saklar dalam kondisi baik, lalu memeriksa lampu indikator, elemen pemanas, pengatur suhu, serta tutup dan segel. Jika masalah belum teratasi, perangkat perlu dibuka dengan aman setelah dicabut dari listrik. Setelah itu, komponen di bagian dalam diperiksa satu per satu.

Menurut laporannya, sejumlah komponen kunci bisa menjadi sumber masalah. Komponen itu meliputi thermal fuse, cast heater (plat pemanas), mica heater atau termistor, termostat, konektor listrik, serta tuas dan saklar. Kerusakan bisa dipicu oleh panas berlebih (overheat) yang berulang, kerak, kelembapan, benturan, usia pakai, atau kualitas komponen yang kurang baik. Fauzan juga mencatat bahwa pada termostat, posisi lempengan magnet yang bergeser dapat memengaruhi kinerja rice cooker.

Ia menegaskan bahwa perbaikan termostat membutuhkan keahlian teknis. Pengguna yang tidak berpengalaman disarankan membawa perangkat ke pusat layanan resmi atau teknisi terlatih. Agar rice cooker awet, ia mengingatkan pentingnya membersihkan perangkat secara berkala, tidak memakai benda tajam di dalam panci, serta menghindarkan bagian elektronik dari air.



"Di perkuliahan kami mengenal komponen dari teori. Saat magang, saya baru benar-benar merasakan bagaimana mencari sumber masalah dengan runtut, dimulai dari pengecekan yang paling sederhana. Pengalaman ini membuat saya lebih percaya diri untuk masuk dunia kerja," ujar Fauzan Hamdani.

Fauzan mengakui ada kendala selama magang, terutama keterbatasan pengetahuan teori dan praktik tentang komponen elektronika, kurangnya pengalaman menangani perangkat bermasalah, serta kesulitan menuangkan gagasan ke dalam laporan tertulis.

Melalui kegiatan ini, Umri berharap kerja sama dengan dunia industri terus terjalin agar mahasiswa memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Load comments

0 Comments