Mahasiswa Umri Bongkar Misteri Kulkas "Tak Dingin dan Bunga Es Menumpuk" di Bengkel Resmi AQUA Pekanbaru
Pekanbaru 30 Maret 2024 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Arief Kurniawan, berhasil menuntaskan program magang industri dengan menganalisis kerusakan kulkas AQUA AQR-D275R yang mengalami keluhan tidak dingin dan penumpukan bunga es.
Kegiatan magang berlangsung di PT Haier Sales Indonesia (AQUA Elektronik) Cabang Pekanbaru mulai 21 Februari hingga 30 Maret 2024. Selama kurang lebih satu bulan, Arief bekerja pada hari kerja, Senin sampai Sabtu, pukul 08.00–16.00 WIB.
Magang industri merupakan mata kuliah wajib sebesar 2 SKS bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Umri. Program ini melatih mahasiswa menerapkan ilmu elektronika, mulai dari mengidentifikasi masalah hingga menyusun alternatif solusi, yang kemudian dituangkan dalam laporan ilmiah.
Selama magang, Arief terlibat langsung dalam berbagai pekerjaan teknis, mulai dari inspeksi unit kulkas, mesin cuci, televisi, dan pendingin ruangan (AC) hingga layanan kunjungan ke rumah pelanggan (home service). Ia juga mengikuti proses pengisian freon dan penggantian kompresor kulkas.
Dari pengamatan tersebut, Arief memaparkan bahwa kulkas yang tidak dingin disertai bunga es dapat dipicu oleh kerusakan timer defrost, misalnya roda gigi yang aus atau patah dan switch timer yang rusak. Untuk menelusurinya, ia menyarankan pemeriksaan bertahap: kondisi freezer, karet pintu (gasket), kecukupan freon, dan stop kontak. Perbaikan yang dapat dilakukan antara lain defrost manual dengan mematikan kulkas beberapa jam, mengganti gasket yang retak atau kendor, dan mengisi ulang freon.
Arief juga membagikan tips perawatan agar kulkas awet, seperti menjaga jarak kulkas dari dinding, menutup pintu rapat-rapat, tidak memasukkan makanan panas, tidak memenuhi isi kulkas secara berlebihan, dan rutin membersihkan kondensor serta bunga es.
"Selama magang saya belajar bahwa sebelum menyatakan sebuah kulkas rusak, kita harus memeriksanya dulu secara teliti. Ilmu di kelas jadi lebih mudah dipahami setelah dipraktikkan langsung bersama teknisi," ujar Arief Kurniawan.
Ia mengakui menghadapi kendala selama magang, terutama minimnya pengetahuan tentang komponen yang belum pernah digunakan dan permasalahan perangkat elektronik. Kendala itu terbantu berkat bimbingan para teknisi di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Umri berharap kerja sama dengan dunia industri terus terjalin, sehingga mahasiswa memperoleh bekal keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja


0 Comments